Suudzonisme

SUZ-101 • WASPADA • ANALISA • JANGAN MUDAH PERCAYA
SUZ

Silabus Perkuliahan

DASAR-DASAR SU'UDZONISME
SUZ-101
FAKULTAS MAIDO KHASANAH
PROGRAM STUDI ILMU KECURIGAAN TERAPAN
Dokumen akademik sementara — keabsahannya masih perlu dicurigai
Nama Mata Kuliah Dasar-Dasar Su'udzonisme
Kode Mata Kuliah SUZ-101
Program Studi Ilmu Kecurigaan Terapan
Fakultas Maido Khasanah
Bobot 3 SKS — Satuan Kecurigaan Semester
Semester Gasal — sebab yang genap pun perlu diperiksa kembali
Dosen Pengampu Belum ditentukan; rekam jejak calon dosen masih diverifikasi
Prasyarat Pernah spontan berkata, “Kok dengaren men...?”

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah Dasar-Dasar Su'udzonisme membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk tidak segera percaya kepada sesuatu, termasuk kepada ketidakpercayaannya sendiri.

Su'udzonisme bukan ilmu untuk menuduh semua orang, melainkan latihan menyadari keterbatasan pengetahuan, memeriksa konteks, dan menahan kesimpulan sampai bukti memadai.

Mahasiswa akan mempelajari ontologi Su'udzonisme, epistemologi kecurigaan, framing media, verifikasi informasi, analisis wacana, serta praktikum Maido Khasanah.

Mahasiswa yang setelah kuliah justru mencurigai semua tetangga dinyatakan belum memahami materi dan disarankan mengulang dari pertemuan pertama.

Aksioma Ontologis

Aksioma Dasar SUZ-101 “Apa yang tidak kelihatan belum tentu tidak ada,
dan apa yang kelihatan belum tentu utuh.”

Eksperimen Tangan di Belakang

Bayangkan seseorang berdiri menghadap kita. Wajah, pakaian, dan ekspresinya terlihat jelas, tetapi kedua tangannya berada di belakang tubuh.

Apakah mengepal? Apakah memegang sesuatu? Apakah kosong?

Jawaban ilmiahnya: kita belum tahu.

Yang tidak terlihat tidak boleh dianggap tidak ada, tetapi ruang kosong pengetahuan juga tidak boleh diisi dengan karangan sendiri.

Capaian Pembelajaran

  • Membedakan fakta, interpretasi, asumsi, dugaan, dan jarene tonggo.
  • Menyadari bahwa informasi yang benar belum tentu merupakan informasi yang lengkap.
  • Mengenali framing tanpa otomatis menuduh adanya manipulasi.
  • Memeriksa sumber, konteks, bukti, dan informasi yang belum tersedia.
  • Membaca berita sampai selesai sebelum marah.
  • Menganalisis pilihan bahasa dan pemaknaan dalam wacana.
  • Melakukan Maido Khasanah secara terukur dan tidak keminter.
  • Mampu mengatakan “saya belum tahu” tanpa mengalami penurunan harga diri.
  • Pada tingkat tertinggi: mencurigai kecurigaannya sendiri.

Rencana Pembelajaran Semester

Pert. Pokok Bahasan Keterangan
01 Pengantar Su'udzonisme Sejarah kecurigaan sejak manusia mengenal kepentingan.
02 Ontologi Su'udzonisme Apa yang tidak kelihatan belum tentu tidak ada.
03 Epistemologi Kecurigaan Pertanyaan pokok: “Dari mana kamu tahu?”
04 Eksperimen Tangan di Belakang Fakta, batas pengamatan, dan ruang ketidaktahuan.
05 Fakta, Interpretasi, Asumsi, dan Jarene Membedakan tingkat kepastian informasi.
06 Pengantar Framing Media Apa yang masuk bingkai dan apa yang berada di luarnya.
07 Yang Ditampilkan dan Tidak Ditampilkan Fakta benar belum tentu konteksnya lengkap.
08 UTS Mencurigai soal ujian tanpa menuduh dosen menjebak mahasiswa.
09 Kovach, Rosenstiel, dan Blur Menilai informasi di tengah banjir berita, opini, rumor, dan klaim.
10 Verifikasi Informasi Screenshot bukan selalu bukti; potongan video bukan keseluruhan peristiwa.
11 Pengantar Analisis Wacana Bagaimana bahasa membentuk pemaknaan.
12 Bahasa, Kekuasaan, dan Kepentingan Tokoh, oknum, aksi, kericuhan, dan pilihan kata lainnya.
13 Membaca Berita Tanpa Cepat Marah Baca isi, sumber, konteks, dan tanggal sebelum komentar.
14 Maido Khasanah I Kritik tanpa menjadikan prasangka sebagai bukti.
15 Kritik atas Kecurigaan Sendiri Menguji kemungkinan bahwa pendapat kita keliru.
16 UAS Tema: “Saya Tidak Tahu, Maka Saya Periksa.”

Metode Pembelajaran

Metode Perkuliahan

Diskusi, studi kasus, pembacaan berita, analisis framing, verifikasi sumber, analisis wacana, serta praktikum menahan jempol agar tidak langsung menulis komentar.

Mahasiswa boleh berbeda pendapat dengan dosen, tetapi wajib membawa alasan, konteks, dan bukti.

Kalimat “pokoknya menurut saya begitu” tidak memperoleh tambahan nilai akademik.

Sistem Penilaian

Tugas Analisis Framing 20%
Praktik Verifikasi Informasi 20%
UTS 20%
UAS 30%
Kemampuan menahan komentar sebelum membaca berita sampai selesai 10%
Ketentuan khusus: penggunaan frasa “sudah pasti”, “jelas sekali”, atau “semua orang juga tahu” tanpa dasar yang memadai dapat mengurangi nilai.

Besarnya pengurangan akan ditentukan setelah dosen memastikan bahwa dosen sendiri tidak sedang asal curiga.
Praktikum Wajib

MAIDO KHASANAH

“Berprasangka buruk secukupnya, demi menemukan kemungkinan berbuat baik sebanyak-banyaknya.”

Maido bukan tujuan akhir. Ia digunakan untuk menggoyang kesimpulan yang terlalu cepat menjadi kepastian, termasuk kesimpulan kita sendiri.

Su'udzonisme yang hanya dipakai untuk mencurigai orang lain pada akhirnya bukan pemikiran kritis; ia hanya menghasilkan orang yang merasa dirinya paling sulit dibohongi.

Kode Etik Mahasiswa Su'udzonisme

Kecurigaan bukan bukti.
Informasi yang tidak sesuai keyakinan tidak otomatis merupakan kebohongan.
Bedakan “tidak ada” dengan “belum ditemukan”.
Bedakan “salah” dengan “saya belum memahami”.
Sesekali arahkan seluruh perangkat analisis kepada diri sendiri.

Ujian Akhir

Tangan Itu Masih di Belakang

Setelah enam belas pertemuan, orang dalam eksperimen awal masih berdiri di hadapan kita dengan kedua tangan di belakang.

Apakah sekarang kita tahu apa yang ada di tangannya?

Belum.

Dan justru itulah jawaban yang benar.

Kita tidak harus menganggap tangannya kosong dan tidak berhak mengatakan ia membawa pisau. Kita cukup mengakui bahwa ada bagian realitas yang belum kita ketahui.

Seorang Su'udzonis yang baik harus sanggup mencurigai kecurigaannya sendiri.

Bacaan Dasar

Bill Kovach & Tom Rosenstiel — Blur: How to Know What's True in the Age of Information Overload.

Literatur analisis framing dan analisis wacana yang relevan.

CATATAN AKADEMIK

Silabus ini dapat berubah sewaktu-waktu apabila ditemukan fakta, argumentasi, atau bukti baru yang lebih kuat.

Sebab mempertahankan pendapat setelah buktinya berubah bukan Su'udzonisme.

Itu ngeyel.

Disahkan oleh,

Senat Akademik yang Keberadaannya Belum Terverifikasi
Ketua Fakultas Maido Khasanah
SUZ-101 • DASAR-DASAR SU'UDZONISME
Fakultas Maido Khasanah
Program Studi Ilmu Kecurigaan Terapan

Waspada • Analisa • Jangan Mudah Percaya
© khafi.id Terima kasih telah berkenan berpikir bersama.